Hari ini, langkah Prabowo membaca ulang warisan sejarah tersebut.
*Politik Luar Negeri Bukan Lagi Netral Pasif*
Prinsip bebas aktif sering disalahpahami sebagai sikap aman dan netral. Akibatnya, Indonesia terlalu lama bermain aman di tengah konflik global.
Dunia berubah. Netralitas tanpa keberanian hanya menghasilkan ketidakrelevanan.
Tawaran mediasi Prabowo menunjukkan pergeseran ideologis: Indonesia tidak lagi sekadar bebas memilih posisi, tetapi aktif menentukan arah perdamaian. Ini bukan diplomasi simbolik. Ini adalah pernyataan bahwa Indonesia siap menjadi kekuatan penyeimbang dunia.
Dan langkah itu diperkuat dengan konsolidasi nasional melalui komunikasi dengan para mantan Presiden. Pesannya jelas: diplomasi Indonesia berdiri di atas kesinambungan negara, bukan ego kekuasaan.












