Fasilitator Mojang Jajaka, Dewi mengatakan, rasa traumatik anak perlu dihilangkan secara bertahap. Hal ini dikarenakan mereka belum mampu mengontrol emosi dan pikiran mereka, di tambah lagi gempa susulan yang masih terus terjadi.
“Anak-anak sangat rentan terhadap trauma, sehingga perlu kita bangun kembali rasa percaya diri mereka,” ujar Dewi melalui keterangannya, Minggu (27/11).
Trauma healing dilakukan dengan beragam permainan menarik, bernyanyi bersama hingga belajar untuk saling berkomunikasi. Anak-anak diajak untuk mengelola emosi secara positif sehingga dampak negatif traumatik dapat dihilangkan.
Terlihat anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Untuk itu, trauma healing perlu terus dilakukan agar dapat mendorong pemulihan bagi para korban, khususnya anak-anak agar tidak menjadi trauma berkepanjangan yang mempengaruhi tumbuh kembangnya. (Red).













