AKBP Ari menjelaskan, prediksi BMKG di Provinsi Jawa Tengah memasuki puncak musim penghujan antara bulan Desember 2024 s/d Februari 2025. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrim diprediksi akan meningkat.
“Potensi bencana perlu diwaspadai di wilayah Kabupaten Demak, terutama bencana banjir, seperti yang terjadi pada awal tahun 2024, dimana terjadi bencana banjir akibat jebolnya tanggul sungai yang mengakibatkan sebanyak 97 Desa di 11 Kecamatan Kabupaten demak menjadi terdampak,” jelas AKBP Ari.
AKBP Ari menambahkan bahwa, apel ini untuk mengecek kesiapan personel, alat dan perlengkapan. Koordinasi dan kerjasama seluruh jajaran Pemerintah Daerah, TNI-Polri, BPBD, relawan, dan seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan memastikan bahwa langkah-langkah antisipatif telah disiapkan dengan matang.













