“Saya mohon maaf apabila ada kelompok ormas ataupun perguruan pencak silat seperti Pagar Nusa, PSHT dan ormas lainnya. Yang dimaksudkan di sini adalah oknumnya, jadi bukan menggeneralisir 11 ormas itu terlibat, tapi oknum anggotanya yang terlibat dalam kegiatan premanisme,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk berkomitmen bersama memberantas premanisme demi menciptakan stabilitas keamanan dan iklim sosial yang kondusif.
“Mari kita berkomitmen bersama bahwa, premanisme harus sudah tidak ada lagi di Jawa Tengah. Dengan demikian, stabilitas kamtibmas dapat terjaga sehingga pembangunan dan investasi bisa berkembang di Jawa Tengah,” pungkasnya. (Red).













