“Dalam upaya menyelamatkan nyawa, kita harus mengantisipasi dan mempersiapkan CB-nya (cara bertindak). Kita siapkan personel penembak jitu yang bisa mem-backup kondisi tersebut,” sebutnya.
Tetapi Ibrahim, tidak menyebutkan secara lokasi penempatan para penembak jitu tersebut. Dia menyebut, bahwa pengerahan para penembak jitu itu disesuaikan dengan situasi kerawanan di suatu wilayah.
“Kami mempunyai beberapa sasaran dan CB salah satunya teroris, kejahatan keras, pencurian dengan kekerasan, hal-hal ini kan memang kejahatan yang tidak bisa toleransi,” tegasnya.@herz












