“Secara khusus kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi para Santri seluruh Indonesia yang ada di 34 Provinsi,” ungkap Kasad.
Turnamen diawali mulai tingkat Kabupaten/Kota dari 20 Juni hingga 30 Juli, dilanjutkan tingkat Provinsi dari 7 Agustus hingga 23 September, hingga tingkat Nasional dari 25 September hingga 22 Oktober, tentunya dengan menampilkan tim-tim terbaik yang lolos dari tingkat Provinsi.
Selain sebagai wadah untuk menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai wahana dalam rangka pembinaan potensi sepak bola bagi generasi muda, sekaligus mencari talenta berbakat yang kiranya dapat mengharumkan nama Indonesia di level Internasional.
Kepada seluruh peserta, Kasad berpesan agar selama pertandingan harus dilakukan dengan semangat, fokus dan optimal dalam menunjukkan potensi diri guna mencapai prestasi terbaik, namun tentunya dengan selalu menjunjung sportivitas. Kasad juga menekankan kepada panitia penyelenggara agar pertandingan selalu menjunjung tinggi fair play.











