“Alhamdulillah, tadinya banyak yang komplain lokasinya terlalu jauh untuk usia 60 tahun. Tapi mereka bisa sampai ke sini. Pastinya ada sesuatu yang menarik, apalagi ada adat Betawi palang pintu, sajian lagu, hingga pantun Betawi,” papar Otty.
Seluruh alumni kompak mengenakan baju adat Betawi, yakni Kebaya Encim untuk wanita serta Baju Sadariah dan Pangsi untuk pria.
“Ini sangat menarik. Seru kan? Dulu zamannya Abang None Jakarta sangat dikenal tahun 83, sekarang kita ini Abang None yang sudah tua,” tambahnya berseloroh.
Hal senada disampaikan anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H, LL.M, yang juga sebagai tuan rumah acara.
“Ini usulan teman-teman. Ketua pelaksananya orang Betawi, saya juga orang Betawi, dan teman-teman sepakat. Akhirnya mengalir begitu saja,” ujarnya.













