Penutupan berlangsung pada Sabtu sore, ditandai dengan penyerahan sertifikat pelatihan, pembagian hadiah, penayangan pesan dan kesan perwakilan peserta, serta foto bersama.
Melalui pelatihan ini, Perwatusi berharap, para instruktur yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi penggerak gaya hidup sehat di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan mampu memperluas jangkauan senam osteoporosis, sehingga semakin banyak lansia memiliki kesempatan untuk tetap aktif, percaya diri dan menjalani hari-hari dengan lebih bugar.
Sebab, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dengan pendampingan yang tepat dan aktivitas fisik sesuai kemampuan, lansia tetap memiliki ruang untuk menjaga kemandirian dan menikmati hidup secara bermakna. (Red).













