Sistem distribusi air untuk 350.000 ini dikarenakan sesuai dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) atau penduduk yang ada di Kota Bandung, adapun bagi warga pelanggan yang sudah terpasang nantinya akan diganti dengan menggunakan pipa baru.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Kurnia Solihat menilai bahwa kerjasama tersebut merupakan mega proyek dengan nilai investasi yang cukup besar yakni sebesar 4 triliun rupiah. Dan pihaknya berharap rencana itu bisa segera terlaksana.
“Tentunya kami sangat mendukung dan mengharapkan itu bisa terwujud. Kenapa demikian, karena kita ketahui bahwa Kota Bandung ini kebutuhan air yang dibutuhkan masyarakat itu adalah sekitar 6000 liter per detik tetapi hari ini Kota Bandung baru bisa memenuhi dari mulai Badak Singa juga Cikalong hanya sekitar 3000 liter per detik, maka kita masih kekurangan 3000 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air di Kota Bandung,” tuturnya disela peninjauan.










