“Penyediaan air itu tentunya air minum yang kualitasnya sesuai dengan Permenkes Nomor 492 Tahun 2010. Begitu pula jaringan sistem distribusi air untuk 350.000 warga atau di sekitar 14 kecamatan yang ada di Kota Bandung,” urainya.
Dijelaskannya, ke depan sumber air baku berasal dari Waduk Saguling yang akan didistribusikan dengan cara dipompa menggunakan pipa transmisi yang panjangnya sekitar 15 KM dengan pipa berdiameter 1,7 meter menuju instalasi yang berada di daerah Gunung Batu.
“Di Gunung Batu sendiri kita punya tanah sekitar 15.000 meter kubik dan nanti akan dibangun reservoart raksasa dengan kapasitas 30.000 kubik air. Lantas kenapa harus dipompa? Karena posisi Saguling dengan Gunung Batu memiliki ketinggian yang berbeda, dan Saguling posisinya berada lebih rendah. Maka itu butuh energi pompa untuk bisa sampai ke Gunung Batu,” tandasnya.










