“Bedanya gas dan konsentrator itu tidak bentuk tabung tapi alat yang bisa menangkap oksigen. Kemudian dimasukan ke dalam alat konsentrator dikompres. Hasilnya itu yang membedakan nitrogen dan oksigen, diambil oksigennya,” jelas Dedi.
Dedi mengatakan, pekan ini Kota Bandung menerima kuota liquid dari Pusri Sriwijaya melalui Pemprov Jawa Barat sebanyak 606 setara tabung ukuran 6 meter kubik.
Sehingga rumah sakit dapat mengisi langsung tabungnya di Filling Station yang ditunjuk sesuai dengan kuotanya.
“Tahap ke-7 ini yang baru distribusikan dari Pusri Sriwijaya melalui Pemprov Jabar berupa liquid-nya. Jadi didistribusikan ke Bandung, ke PT. Samator dalam bentuk liquid,” katanya.
“Kemudian rumah sakit mendatangi PT. Samator membawa tabung gasnya untuk diisi,” bebernya.













