Dalam pertemuan tersebut, Kasad menyampaikan apresiasi atas kebijakan Turkiye dalam membangun kemandirian industri pertahanan nasional, yang juga sejalan dengan visi pertahanan Indonesia, khususnya dalam upaya mengurangi ketergantungan pada impor alutsista.
“Kementerian Pertahanan Turkiye telah menjadi mitra penting dalam transformasi pertahanan Indonesia, termasuk melalui kerja sama industri pertahanan dan alih teknologi,” ujar Kasad.
Kasad juga menegaskan bahwa, Presiden RI, Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan RI memiliki keinginan kuat untuk memperkuat _joint venture_ dan _joint production_ alutsista, namun juga menekankan pentingnya kerja sama langsung antar Angkatan Darat kedua negara.
Sebagai bagian dari kunjungan, Kasad melakukan peninjauan ke pabrik Baykar, perusahaan pengembang alutsista modern Turkiye, khususnya _Unmanned Combat Aerial Vehicle_ (UCAV) atau pesawat tempur nirawak. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan dan alih teknologi UCAV guna mendukung kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit TNI AD.












