“Rakyat pejuang Palestina dan Gaza yang tertindas hanyalah sebagian dari kapasitas dan kemauan kuat angkatan bersenjata Republik Islam yang kekuatan kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan sinergi tentaranya membuat sahabat Republik Islam senang dan musuh-musuh kemanusiaan kecewa,” ungkapnya.
Kendati demikian, Movahhed menegaskan bahwa Iran tidak pernah memulai perang apapun, meskipun telah berulang kali diserang oleh beberapa negara.
Berdasarkan hal ini, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran telah memilih “Doktrin Pertahanan” untuk melindungi perbatasan teritorialnya.
“Dengan kepercayaan diri dan keyakinan pada para ahli dalam negeri, Angkatan Bersenjata telah mulai memproduksi dan melakukan swasembada peralatan dan senjata pertahanan. Meskipun ada sanksi kejam dari beberapa negara kolonialis, hari ini Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berada di antara kekuatan top di kawasan dan dunia dan mampu meraih peralatan dan senjata militer paling modern,” pungkasnya. (Red).













