Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa, peristiwa Isra’ Mi’raj memiliki makna mendalam sebagai tonggak penguatan iman dan ketakwaan umat Islam.
Mayor Ludiro mengajak seluruh prajurit untuk menjadikan nilai-nilai Isra’ Mi’raj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pelaksanaan tugas sebagai aparat teritorial. Menurutnya, akhlak mulia Rasulullah SAW merupakan fondasi penting dalam membentuk prajurit yang profesional, humanis dan berintegritas.
Ia juga menegaskan bahwa, prajurit TNI dituntut tidak hanya unggul secara fisik dan kemampuan militer, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kuat. Dengan keseimbangan tersebut, prajurit diharapkan mampu menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara secara optimal.











