Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, menegaskan bahwa, jalur laut saat ini menjadi salah satu titik rawan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurut dia, sindikat narkotika terus mencari celah, termasuk memanfaatkan luasnya wilayah perairan Indonesia. “Kita harus jujur melihat bahwa jalur laut memiliki kerentanan yang tinggi jika tidak diawasi secara optimal. Sindikat narkotika bekerja dengan pola yang semakin canggih, terorganisir, dan lintas negara. Mereka memanfaatkan celah-celah pengawasan, termasuk wilayah perairan yang luas. Oleh karena itu, penguatan sinergi dengan TNI Angkatan Laut bukan hanya penting, tetapi menjadi kebutuhan strategis,” ujar Toton.
Ia menambahkan, BNNP Jawa Tengah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas peredaran narkotika. Kolaborasi antarinstansi, kata dia, menjadi kunci utama dalam membangun sistem pengawasan yang solid dan berlapis. “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada ruang aman bagi jaringan narkotika di Jawa Tengah. Sinergitas ini bukan sekadar formalitas, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata—mulai dari pertukaran data intelijen, patroli bersama, hingga operasi terpadu. Dengan dukungan TNI AL, khususnya Lanal Semarang, kami optimistis mampu mempersempit ruang gerak sindikat dan meningkatkan efektivitas penindakan maupun pencegahan,” katanya.













