BANDUNG || bedanews.com — Diindikasikan menyebarkan berita bohong dan tidak mempunyai rasa empati terhadap keluarga besar Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil, atas kehilangan putera sulungnya, Emmeril Khan Mumtadz (Eril), yang dikatakan seoarang peramal akan ditemukan dalam keadaan meninggal.
Disoroti Direktur Solusi dan Advokasi Innstitute (SAI), Suparji Ahmad, sebagai salah bentuk berita hoax yang penyebarannya bisa menimbulkan kericuhan dan keresahan masyarakat. Untuk itu ia meminta kepada pihak kepolisian agar segera menghentikan penyebaran informasi tersebut yang dianggapnya bisa menyesatkan.
“Itu tidak etis, karena dapat melukai perasaan keluarga yang lagi ditimpa musibah. Disamping itu mendahului ketentuan Allah SWT, itu juga menimbulkan emosi dan perpecahan di masyarakat serta menisbikan kredibilitas petugas,” kata Suparji dalam siaran persnya, Senin 30 Mei 2022.
Ketua SAI yang juga Guru Besar Ilmu Hukum ini menekankan pihak kepolisian bisa segera turun tangan mengatasi persoalan ini. Jangan sampai terus menyebar yang bisa mempengaruhi psikologi pemikiran masyarakat karena menyesatkan.
Untuk itu ia berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah memberikan statemen yang dapat mengganggu upaya pencarian Eril. Masyarakat, imbaunya, harus bijak memberikan pernyataan dan peduli terhadap kondisi keluarga.
“Kita semua harus menahan diri untuk memberikan statemen yang kontraproduktif terhadap pencarian Eril. Bagi masyarakat di Indonesia cukup dengan mendoakan yang terbaik agar bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkasnya.***










