Garasi, kata Nitta sebagai wadah bagi remaja yang sudah dilatih oleh Kader Kesehatan Remaja (KKR) untuk bisa menjadi konselor sebaya.
“Hal ini dilakukan untuk mempromosikan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan program kesehatan anak dan remaja baik dalam sekolah memberikan pendampingan dan rujukan ke puskesmas,” jelasnya.
Dari hasil pendampingan itu, kata Nitta, dapat menjaring teman teman remaja yang memang perlu dirujuk ke puskesmas.
“Adapun masalah yang banyak ditemukan seperti gangguan belajar, bullying, mental remaja juga ada. Jadi acara ini memberikan pendidikan dan informasi seluas luasnya mengenai kesehatan mental pada remaja,” ujarnya.
Nitta menambahkan, ada juga layanan konsultasi psikologi online, ini terbuka untuk permasalahan terkait anak dan Remaja.












