“Jadi seperti saya kemukakan, Madas Nusantara tidak tau ada anggaran Rp. 100 milyar dalam kontek pembongkaran. Kami hanya berusaha dan kerja keras cari duit untuk membantu menghidupi organisasi. Karena Madas Nusantara bukan organisasi preman. Jika ingin penjekasan detailnya, sebaiknya tanya Dinas Bina Marga DKI Jakarta saja,” tegas Jusuf Rizal aktivis penggiat anti korupsi itu.
Perlu diketahui publik, Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ pendukung atau Tim Sukses Pramono Anung-Rano Karno saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2024. Sepanjang pemahaman media, hanya Madas Nusantara hingga saat ini yang belum diakomodir Pramono-Rano dapat jatah di Pemprov DKI Jakarta. Yang lain sudah diberi jatah posisi secara profesional.
Jusuf Rizal sendiri saat ini terjun kedunia usaha rongsokan, besi tua maupun pembongkaran bangunan guna menopang pengembangan program organisasinya, seperti Program Sedekah Satu Juta Al Quran. Membuka cabang di luar negeri. Ia menepis kecurigaan wartawan, Madas Nusantara ikut dalam grand design pembongkaran Monorel yang disebut menelan anggaran Rp.100 milyar.











