Karena itu, Munir meminta para pengurus agar bersedia mengemban kepercayaan dan kehormatan sebagai pengurus PWI Pusat.
Akhmad Munir mengungkapkan, pemilihan Monumen Pers sebagai lokasi pengukuhan merupakan hasil diskusi dan arahan dari Menkomdigi.
Menurutnya, Monumen Pers memiliki spirit persatuan dan perjuangan dari para pendahulu melahirkan PWI pada 9 Februari 1946. Sehingga lokasi ini dinilai sangat tepat untuk menjadi tempat pengukuhan PWI Pusat yang sempat mengalami dualisme kepengurusan.
“Persatuan adalah kata kunci bagi kita semua. Hampir dua tahun kita mengalami stagnasi, pemerintah dan stakeholders kebingungan bagaimana cara menyatukan. Hampir semua PWI di Provinsi dan Kabupaten/Kota lumpuh,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Munir juga menganalogikan informasi yang disajikan wartawan sebagai makanan bagi publik. “Informasi sedang membanjiri masyarakat, apakah masyarakat akan disuguhi makanan sehat, racun, ataukah menjadi makanan bergizi,” ungkapnya.













