Indra menambahkan, tim pemenangan juga turut mendongkrak elektabilitas paslon dengan membuat konten berupa potongan-potongan video dan disebarkan di media sosial.
“Sebenarnya yang ramai itu bukan debatnya, tapi pasca debat lantaran konten-konten potongan video yang menjadi perbincangan publik,” ujar dia.
Selain itu, diutarakan Indra, pihaknya juga kerap melakukan survei untuk mengetahui sikap politik masyarakat di Jawa Barat.
Dia mengungkap, dari survei-survei yang dilakukan, pihaknya menyimpulkan jika politik di Tatar Pasundan cukup dinamis.
“Jadi semuanya bisa berubah hingga menit terakhir. Termasuk pasangan Jeje-Ronal yang masih bisa terus meningkatkan elektabilitas mereka mengingat masih ada dua debat yang akan dijalani,” pungkasnya. (*)













