Menurut dia,tax ratio naik tanpa pertumbuhan ekonomi adalah asasinasi. Tax ratio, imbuhnya, adalah dampak ikutan saja dari perbaikan pertumbuhan. Penganjuran naik seharusnya diikuti juga oleh tim pasangan 02 tentang paparan konsep untuk memperbaiki PDB.
Anggoro juga mengkritisi saat debat tidak ada 1 calon pun yang bicara tentang pasar modal.
"Padahal, rasio inklusi keuangan kita sebagai kunci menyambut kekayaan-kekayaan baru dari penciptaan nilai tambah di berbagai sektor seperti perkebunan dan tambang, masih sangat rendah," tuturnya.
Satu lagi yang menjadi sorotan pengamat yang kini bermukim di Perancis ini adalah soal evaluasi Dana Desa masih terlalu dini.
"Perlu 5-7 tahun untuk melihat dampaknya. Yang penting tidak boleh ada kebocoran dan mengenai sektor sasaran yg tepat. Desa, harus diberdayakan oleh Kemendes untuk mengetahui sektor kunci. Tanpa itu, hanya akan jadi program sinterklas!," tandasnya. [mae]












