“Kejadian itu sering. Bahkan ada jemaat yang minta doa. Habis itu dia ngomong dia penderita corona. Nah, di gereja kita nggak bisa nolak jika ada umat datang. Kita nggak tahu orang yang minta doa ternyata kena corona,” ungkapnya.
Tak hanya itu, tambahnya, pernah dia diminta mendoakan orang yang akan masuk Unit Gawat Darurat (UGD).
“Itu kejadiannya di solo. Waktu habis saya doakan tiba-tiba ada yang datang pakai baju APD. Pasien yang kena corona ini kan buka masker, nggak tahunya mau dikirim ke ventilator,” kisahnya.
Sejak bulan Juni 2020 lalu mendapat suntikan Vaksin Nusantara, lanjutnya, banyak bertemu orang-orang yang terjangkit Covid-19.
“Saya sudah jalan sampai Bali, Surabaya dan Jakarta lewat jalan darat. Banyak ketemu orang-orang kena corona. Kita berinteraksi, nggak masalah dicek tetap negatif aja. Jadi, menurut saya vaksin yang benar ya Vaksin Nusantara. Karena saya sudah nyoba, sekali untuk seumur hidup.”













