Eddy mengungkapkan, dia selalu ingin mendapatkan pengetahuan baru melalui program radio luar negeri sejak muda. Setelah menemukan RTI Siaran Indonesia sekitar tahun 1965, dia menjadi pendengar setia dan biasa mendengarkannya pada pukul 13.00 saat istirahat kerjanya.
Bahkan, dia juga hafal jadwal siaran langsung dan siaran ulang setiap program hingga saat ini.
Dalam wawancara eksklusif dengan RTI, Eddy menyampaikan harapannya, terkait program RTI Siaran Indonesia bagi pekerja migran Indonesia di Taiwan. Dia berharap, program tersebut dapat menjadi jembatan komunikasi antara lebih dari 370.000 pekerja migran dan keluarga mereka di Indonesia.
Dia juga berharap, RTI dapat terus mewakili dan menyuarakan kebutuhan mereka. Melalui penerjemahan oleh pembawa acara RTI, Amina Tjandra, Eddy mengatakan, Saya berharap RTI dapat mewakili para pekerja migran untuk bersuara, sehingga mereka juga dapat mengundang keluarga mereka di Indonesia untuk bersama-sama mendengarkan program radio RTI dan mempersempit jarak di antara mereka, ujarnya.













