Dari 75 pucuk senjata yang diserahkan, 15 pucuk merupakan senjata standar dan 60 pucuk lainnya merupakan senjata rakitan. Senjata standar tersebut antara lain FNC, SMR, pistol FN, pistol VOC tahun 1771, revolver, pistol pelontar gas air mata, Hamalex, Ster, Broning, Bruno dan Winchester.
Sementara itu, 60 senjata rakitan terdiri atas 41 pucuk laras panjang dan 19 pucuk pistol rakitan. Selain senjata api, masyarakat juga menyerahkan 1.111 butir munisi kaliber 5,56 mm serta satu buah granat tangan/lontar.
Sebagian senjata tersebut merupakan peninggalan konflik 1999โ2000, sedangkan sebagian lainnya merupakan senjata organik peninggalan keluarga yang masuk dari Filipina. Benda-benda tersebut kemudian berhasil dihimpun melalui pendekatan dan komunikasi yang dilakukan prajurit secara berkelanjutan.













