“Selama hampir tiga bulan kami berposko di pedalaman Aceh dan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Karena itu kami berharap penanganan dan pemulihan bisa dipercepat,” kata Faisal, Minggu (8/3/2026).
Ia menyebutkan, salah satu kendala utama di lapangan adalah akses jalan yang masih rusak dan tertutup material longsor di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga serta distribusi bantuan belum berjalan maksimal.
Akibatnya, beberapa wilayah pedalaman masih berada dalam kondisi nyaris terisolasi, sementara aktivitas ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih seperti sebelum bencana.
Faisal menilai, perlu adanya evaluasi terhadap mekanisme dan kinerja Satgas penanganan bencana agar proses pemulihan tidak berjalan lamban dan lebih tepat sasaran.












