“Keadaan masyarakat terhadap makanan bergizi juga belum maksimal. Sehingga perlu perluasan literasi tentang gizi di lingkungan keluarga,” kata Siti.
Untuk itu, Siti dan tim penggerak PKK terus memasifkan elaborasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dalam rangka penurunan dan mencegah pertumbuhan stunting di Kota Bandung.
“Ada beberapa hal telah dilakukan oleh tim penggerak PKK. Di antaranya seperti Gerakan yang Bernama Bandung Tanginas (Bandung tanggap stanting dengan aman dan sehat), memberikan pangan sehat kepada 15 kelurahan yang menjadi catatan sebagai lokus cegah dan penurunan angka stunting,” katanya.
“Kita juga bekerja sama dengan DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) melalui Buruan Sae untuk ketahan pangan berbasis halaman rumah dan budidaya ikan dalam ember,” paparnya.











