Menurut Ahyani, ada sekitar 80 persen di antaranya termasuk OTG sehingga tidak dirawat di rumah sakit. Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga telah memilah para pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan domisili para pegawai.
“Karena kita juga harus berkoordinasi dengan daerah asal pegawai tersebut. Setiap kasus harus dilacak. Termasuk memeriksa semua yang pernah kontak erat dengan pegawai yang terkonfirmasi Covid19,” tuturnya.
Ahyani mengungkapkan, rencananya swab test massal Covid-19 akan dilaksanakan terhadap 62 perangkat daerah yang terdiri dari kecamatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Kendati demikian, Ahyani memastikan, pelayanan publik di Kota Bandung tetap berjalan. Jika ada penutupan kantor sifatnya hanya sementara. Yaitu untuk proses penyemprotan disinfektan.












