Wamen Kominfo Nezar Patria, yang juga pernah menjadi direktur di Pos IND menyampaikan, Buk Renteng merupakan ikon Kabupaten Sleman. Infrastruktur irigasi sepanjang 17 kilometer itu juga berfungsi untuk mengairi persawahan, sehingga Sleman menjadi wilayah lumbung pangan
Nezar berharap prangko ini juga menjadi sarana promosi dan edukasi tentang pariwisata Buk Renteng untuk masyarakat. Ia juga yakin Buk Renteng ini juga akan dikenal semakin luas hingga level internasional berkat kehadiran prangko tersebut.
“Selain sebagai benda yang digunakan untuk pos, prangko ini juga punya misi edukasi dan informasi. Tentu saja di balik prangko ada cerita. Cerita inilah yang saya kira perlu terus menerus dikabarkan. Kalau perlu Buk Renteng ini betul-betul menjadi ikon Sleman. Bukan saja untuk nasional, tetapi juga mendunia,” kata Nezar.
Anggota DPR RI Fadli Zon yang juga sebagai Ketua Umum Filateli Indonesia, mengapresiasi diterbitkan Buk Renteng dalam bentuk prangko dan sebagai kesadaran yang luar biasa. Menurut Fadli, prangko di era globalisasi ini masih relevan.













