“Saya berharap peluncuran prangko penanda kota: Buk Renteng ini menjadi suatu upaya untuk lebih memperkenalkan Buk Renteng pada tatanan yang lebih luas,” tutur Kustini.
Peluncuran Prangko Seri Penanda Kota: Buk Renteng ini juga disambut baik Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Nezar Patria. Ia menilai banyak makna dan fakta yang tersimpan dengan adanya prangko ini.
Salah satunya, menjadi bukti bahwa prangko masih banyak diminati masyarakat. Hal itu bisa terjadi karena prangko dianggap memiliki makna historis.
“Pertama, prangko ternyata masih dicari, disimpan, didiskusikan, dan diperlukan. Luar biasa menurut saya. Apalagi, pada abad 21, kita sudah memasuki era digital. Bahkan, saat ini sudah ada prangko digital. Tetapi, sejauh ini, prangko masih dikoleksi dan memiliki makna historis,” kata Nezar.













