“Rencana kita membangun sumur bor yang multifungsi. Artinya, pada musim kemarau bisa digunakan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pada saat bukan musim kemarau, bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana mendapatkan air bersih,” jelasnya.
Usis menegaskan, Pemkab Kapuas juga terus memantau kondisi di lapangan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah Kecamatan dan Desa hingga TNI dan Polri.
Koordinasi dan kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kita tetap memantau seluruh mitra kita dan masyarakat yang ada di lapangan, termasuk kecamatan dan desa, yang melibatkan pihak TNI dan Polri juga. Jadi, kita selalu berkolaborasi dan berkoordinasi untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Kapuas,” tegas Usis.













