Acara tersebut mendatangkan berbagai pemangku kepentingan seperti mereka yang berada pada sektor transisi energi global, sehingga memungkinkan terwujudnya penerapan praktik bisnis berkelanjutan, khususnya dari segi pendanaan.
“ISF 2024 merupakan peluang penting untuk menguatkan komitmen kolektif dunia usaha sebagai key driver dalam memobilisasi pendanaan hijau,” katanya.
“Akan ada hasil-hasil yang konkret, termasuk inisiatif kolaboratif dalam menjembatani kesenjangan pendanaan berkelanjutan, serta kesempatan untuk para industri dalam negeri menampilkan proyek-proyek mereka yang berkelanjutan dan ramah lingkungan ke para stakeholder dan investor global,” ujar Shinta.
Sementara itu, Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan memiliki harapan besar pada ISF 2024 yang mampu menghasilkan banyak kesepakatan.













