Di sinilah menariknya. Sangat tak terduga. Para peserta musyawarah saling mempersilahkan mengajukan diri untuk masuk menjadi Presidium. Satu sama lain bisa saling sokong. Di sisi lain para anggota Pesidium terpilih pun sebelumnya juga mengajukan keberatan. Tapi para peserta musyawarah tetap memilih mereka menjadi anggota Presidium.
Berbanding terbalik dengan lazimnya musyawarah pada berbagai organisasi pada umumnya yang “ngotot” saling berebut posisi, bahkan sampai konflik fisik. Tak jarang pula terjadi saling lempar kursi, bahkan walk out dan ketidakpuasan bisa berujung pada pembentukan organisasi tandingan.
Sementara dari rentetan atau kronolgi pembentukan Presidium Pengurus Himpunan Alumni KNPI Banten, saya berkesimpulan bahwa itu semua terjadi karena adanya kerendahan hati dari para alumni.













