“Kalaupun ada pembangunan fisik seperti lahan di dekat pesantren ini seluas 70 hektar yang rencananya akan digunakan untuk tempat wisata maka masyarakat sekitar berharap agar pembangunan tempat wisata tersebut memperhatikan kepentingan masyarakat lokal dan kelestarian alam seperti jangan sampai mengurangi mata air yang ada di kawasan Cinagara, serta jangan sampai menimbulkan kemacetan,” kata Ru’yat.
Seusai menjaring aspirasi, Achmad Ru’yat pun meninjau langsung program stimulan ruang kelas baru (rkb) yang berhasil di advokasinya untuk pesantren Nurul Amal senilai 60 juta rupiah dan bisa menyelesaikan bangunan pesantren tersebut hingga 3 lantai.
“Yang turun dan telah diterima 60 juta tapi luar biasa jadi dengan dana yang kecil bisa jadi untuk lantai 3, mudah-mudahan ini merangsang pihak lain untuk membantu,” ujar Ru’yat.













