Gunung mengungkapkan, memang setiap hari kami sebagai tetua di Dukuh Bibis selalu koordinasi dengan bapak-bapak TNI, dengan begitu kami dapat menentukan jumlah masyarakat yang ikut bekerja di lokasi pembangunan jembatan ini.
Lebih lanjut, salah satu Ketua RT di Dukuh Bibis itu menuturkan, kami kan setiap saat bersama dengan bapak-bapak TNI anggota Satgas TMMD, mereka menginap di rumah-rumah warga kami. “Jadi musyawarah seringkali kami lakukan saat malam hari dirumah. Kalau dilapangan begini, biasanya kami musyawarahnya membahas tentang teknik bangunan yang sedang dikerjakan,” pungkasnya.
Ternyata pelebaran masyarakat dalam kegiatan TMMD ke-129 ini tidak hanya sebatas membantu tenaga, lebih dari itu masyarakat juga dilibatkan dalam penentuan jumlah tenaga kerja dan teknik pengerjaan sasaran fisik yang sedang dikerjakan. Maka sudah tepat kiranya bila setiap pengerjaan titik bangunan terlebih dahulu diawali dengan musyawarah bersama. Maka dapat dilihat hasil dari pembangunan jembatan Dukuh Bibis dapat berjalan sesuai dengan rencana waktu yang telah ditentukan.













