“Desainnya memang bukan seperti rumah susun biasa. Dengan desain khusus mengikuti kontur tanah dan memang lebih diadaptasi pada konsep alam,” katanya.
“Karena memang menyesuaikan kontur, jadi struktur bangunannya memerlukan struktur khusus sesuai rekomendasi TABG,” lanjutnya.
Untuk pembangunan tahap satu ini, lanjut Nunun, sudah dianggarkan Rp10 miliar. Hingga akhir Februari 2021, pondasi dan struktur bangunan telah selesai.
Selain proiritas membangun masjid, menurut Nunun, rencananya di tahap 1 sudah terbangun 198 unit. Namun penuntasannya masih tergantung dari anggaran yang disediakan.
Hal itu karena Pemerintah Kota Bandung tengah fokus pada penanganan pandemi Covid-19.
“Tahap 1 rencananya ada 198 unit. Targetnya tergantung dana yang ada. Karena kemarin untuk penanganan Covid-19 dulu, jadi berkurang. Kalau dananya ada, kita bisa langsung kerjakan. Di 2021 juga selesai,” katanya. (Alief)













