Ia juga menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa variasi menu yang terdiri dari makanan pokok, lauk, sayur, dan buah sudah mampu memenuhi kebutuhan gizi harian tanpa harus bergantung pada satu jenis makanan saja.
Menanggapi kegiatan PPM, Dea Tiany Violeta, seorang ahli gizi, menjelaskan konsep Isi Piringku sebagai pendekatan baru dalam pola makan seimbang.
“Konsep ini menggantikan pola lama ‘4 Sehat 5 Sempurna’. Melalui Isi Piringku, masyarakat diajak memahami proporsi ideal karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam setiap sajian. Dengan kebiasaan ini, kita dapat membentuk generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang gizi, tetapi juga dorongan untuk berkontribusi langsung dalam mendukung program pangan bergizi berkelanjutan di wilayah Bogor dan sekitarnya.













