“Polres Demak siap mendukung dan menyukseskan program AI Ready ASEAN serta terus bersinergi dengan Mafindo dan dunia pendidikan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengingatkan, agar kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, seperti membantu proses pembelajaran, memecahkan persoalan sosial, dan mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Namun, ia juga mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan teknologi, termasuk kejahatan siber, deepfake, dan penyebaran hoaks. Karena itu, para pelajar diminta tetap waspada dan menjunjung tinggi etika dalam bermedia digital.
“Meski kecerdasan buatan dapat membantu banyak hal, teknologi ini tidak memiliki hati nurani. Integritas, etika dan kepatuhan terhadap norma tetap harus menjadi pegangan,” katanya.













