Ketua Umum PBTI juga menjelaskan bahwa, saatnya kita harus melaksanakan semua hasil telaah dan evaluasi mengenai kekurangan atlet kita.
“Salah satu yang mendasar dari kualitas atlet kita adalah pendeknya masa produktif atlet dan masalah elementer yang masih harus terus kita benahi bersama. Yakni masalah antropometri (fisik dan postur) serta problem klasik, yakni masalah mentalitas dan minimnya visi bermain dan strategi bertanding atlet. Khusus persoalan mentalitas ini memang terkait dengan psikologi, ritme dan pengalaman bertanding para atlet di event internasional,” ujar Ketua Umum PBTI.
Dalam konteks inilah, program Audisi dan Seleknas ini dilaksanakan. Program dan Audisi Seleknas khusus untuk atlet kyorugi ini, diharapkan nanti menghasilkan progress perubahan yang lebih baik dan lebih terarah terkait kebutuhan dan tantangan pemenuhan kualitas atlet kedepan.











