Pemeriksaan tersebut mencakup kesiapan personel pengamanan dititik-titik krusial serta koordinasi dengan Pengurus Gereja Protestan Mahanaim dan Gereja Katolik Santo Antonius untuk memastikan protokol keamanan internal berjalan sesuai rencana.
Kehadiran pimpinan menegaskan komitmen dalam memberikan rasa aman bagi prajurit dan masyarakat sekitar dalam menjalankan ibadah hari besar keagamaan.
“Semoga peringatan hari besar keagamaan ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan diantara kita, mari kita jadikan nilai-nilai religius ini sebagai fondasi utama untuk membangun sinergi yang kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ujar Laksda Hanarko Djodi P.
(Dispen Kodaeral IX)











