“Saya pribadi mengamati pariwisata kurang terdengar gaungnya, jadi perlu ditingkatkan secara masif, baik promosi maupun sosialisasinya. Juga bagaimana kita membentuk Kota Bandung agar memiliki identitas yang kuat, agar wisatawan berkunjung,” katanya.
Nunung menambahkan, walau pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, namun masih ada oknum yang melakukan hal-hal yang akan merugikan citra pariwisata dan juga Kota Bandung.
Seperti yang viral dalam beberapa waktu terakhir, yakni tarif parkir bus wisata yang mencapai Rp150 ribu di salah satu destinasi wisata di Kota Bandung. Selain itu, adanya pengamen yang masuk di bus pariwisata, padahal secara aturan hal tersebut tidak diperbolehkan.
“Ini perlu dukungan dari seluruh stakeholder, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung,” katanya.













