“Tadi kita tidak mau berbicara kronologis, karena kita juga memahami tentang psikis dari oknum guru tersebut, sebenarnya kita pingin bertanya seperti itu, cuma karena ada pesan juga dari kepala dinas agar menghormati oknum guru tersebut, sehingga kita hanya meminta guru tersebut meminta maaf kepada kita semua yang hadir,” ucap Jenar.
Menurutnya, wartawan yang hadir meminta kepala dinas segera berkoordinasi dengan kepala sekolah, agar oknum guru tadi di mutasi.
“Menjaga kemungkinan psikologis dari anak teman kita yang juga pernah mendapatkan kata-kata tidak pantas dari oknum guru itu,” jelasnya.
Menurut beberapa sumber, oknum guru itu baru diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baru-baru ini.** (Laela)













