PONOROGO || Bedanews.com – Kondisi pasca terjadinya bencana alam banjir di Kabupaten Ponorogo pada Minggu malam (15/12/2024) yang lalu, saat ini telah normal dan warga sudah beraktivitas seperti semula, Rabu (18/12/2024).
Guna meyakinkan semua wilayah yang terdampak bencana alam banjir tersebut benar-benar aman termasuk warga terdampak, Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono turun langsung ke lokasi atau wilayah terdampak banjir.
Sasaran atau lokasi yang ditinjau diantaranya yaitu wilayah Kecamatan Siman, dimana di tempat tersebut ada salah satu jembatan yang dibawahnya tertumpuk sampah akibat banjir yang tentu perlu penanganan dari semua pihak baik Pemda. Ponorogo, PU, BPBD, TNI, Polri maupun unsur terkait lainnya.
Dandim 0802/Ponorogo mengungkapkan, dampak dari luapan banjir Ponorogo menyebabkan jalan-jalan tertimbun endapan sedimen lumpur serta kotoran bahkan kayu. Akibat banjir tesebut juga ada beberapa tanggul jebol termasuk salah satunya di wilayah Kecamatan Siman.
“Hari ini bersama-sama dengan BPBD, dengan Perangkat Desa serta masyarakat meninjau jembatan di beberapa titik yang terdapat sampah yang cukup besar dan ini kita bisa lakukan kerja bakti serta laporkan pihak terkait terutama PU untuk membantu alat berat. Intinya Kodim 0802/Ponorogo siap bekerja dan bersinergi,” jelas Dandim 0802/Ponorogo.
“Peninjauan ini untuk memastikan semua wilayah terdampak banjir kondisinya aman dan pulih kembali serta untuk melihat langsung kondisi dan perkembangan tanggul tanggul yang jebol yang mana semuanya terus dalam pengawasan dan penanganan secara gotong-royong baik oleh Pemda, TNI, Polri, BPBD, PU, serta unsur terkait lainnya termasuk masyarakat setempat,“ terang Letkol Inf Dwi Soerjono.
Dari semua wilayah terdampak banjir tersebut sampai saat ini, terus dipantau perkembangannya oleh Kodim 0802/Ponorogo melalui para Babinsa yang ada di Koramil jajaran yang terdampak bencana banjir tersebut.
Para Babinsa Kodim 0802/Ponorogo terus bekerjasama dan bersinergi dengan unsur terkait termasuk warga setempat, bekerja keras melakukan penanganan terdampak banjir yang diantaranya melakukan kerja bakti di lokasi terdampak mulai dari membagikan paket sembako dan nasi bungkus, penyaluran air bersih kepada warga terdampak, pembersihan jalan, pembersihan rumah warga terdampak, perbaikan tanggul jebol maupun tanah longsor.
Hal tersebut dilakukan tentu agar kondisi wilayah bisa segera pulih serta warga terdampak banjir bisa kembali beraktivitas normal.
Lanjutnya, Komandan Kodim 0802/Ponorogo memberikan apresiasi atas aksi para Babinsa yang tanpa henti melakukan kerja bakti tersebut.
“Komitmen kami terus bekerja maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat maupun Pemerintah dan sampai saat ini anggota Kodim 0802/Ponorogo termasuk para Babinsa masih terus melakukan berbagai upaya pemulihan atau penanganan,” kata Dandim 0802/Ponorogo.
Dijelaskan juga bahwa, akibat bencana banjir tersebut mengakibatkan atau menimbulkan banyak kerugiaan baik materiil maupun non materiil termasuk menelan korban jiwa sebanyak dua orang.
Wilayah terdampak bencana alam banjir Ponorogo diantaranya: Kecamatan Sambit di Desa Maguan, Kecamatan Jetis ada tiga Desa (Tegalsari, Josari dan Wonoketro), Kec/Kota Ponorogo ada lima (Paju, Purbosuman, Brotonegaran, Pakunden dan Kepatihan), Kec. Balong di Desa Bajang, Kec. Siman ada dua Desa (Sekaran dan Demangan), serta Kec. Sawoo ada di Desa Gragol. (Red/MdC 0802).