“Pagelaran ini juga sebagai implementasi niat kita bersama untuk mewariskan budaya luhur melalui pewayangan kepada generasi penerus,” jelas Mayjen TNI Farid Makruf.
Pangdam berharap, adanya gelaran wayang kulit tersebut nantinya bisa memberikan kontribusi besar dalam melestarikan seni wayang kulit di Indonesia.
“Pagelaran ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan, kerjasama dan toleransi antara TNI, Polri, santri dan masyarakat,” kata Pangdam.
Untuk diketahui, beberapa hal pun disampaikan oleh Panglima TNI sebelum dimulainya gelaran wayang kulit tersebut.
Diantaranya mengajak masyarakat untuk lebih mencintai budaya dan tradisi leluhur, hingga ikut serta mengawal dan mensukseskan pesta demokrasi tahun 2024 mendatang. (Red).













