Lebih jauh lagi, perguruan tinggi dapat menjadi pusat kajian operasi militer selain perang. Dukungan terhadap TNI dalam penanggulangan bencana, bantuan kemanusiaan, pengamanan wilayah perbatasan, pemberdayaan wilayah pertahanan dan penguatan ketahanan masyarakat melalui kajian, pelatihan dan teknologi tepat guna, akan memperkuat fondasi pertahanan yang holistik.
Model kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, industri, TNI/Polri, lembaga riset, masyarakat dan mitra internasional ini, selaras dengan konsep Triple Helix dan Quintuple Helix. Pendekatan ini menekankan pentingnya sinergi antara berbagai elemen untuk mendorong inovasi dan memperkuat kemandirian pertahanan nasional. “Kolaborasi pertahanan berdampak harus memiliki indikator yang jelas, seperti jumlah riset terapan, prototipe teknologi, mahasiswa tersertifikasi, paten, policy brief, peningkatan kandungan lokal, serta program pengabdian masyarakat yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambah Pangdam Kosasih, menggarisbawahi pentingnya pengukuran dampak.













