Prajurit diminta agar belajar dari Konflik Horizontal yang pernah terjadi di Maluku tahun 1999 silam. “Jika terjadi permasalahan diharapkan kita semua turun tangan, baik Gubernur sebagai pemimpin daerah maupun TNI dan Polri. Setiap prajurit harus selalu bertindak cerdas, menjaga moral. Sehingga dapat merangkul masyarakat untuk NKRI,” pesan Pangkogabwilhan III.
Tak hanya bercengkerama bersama para prajurit, Jenderal peraih Adhi Makayasa tahun 1990 itu juga menengok dan berbincang bersama masyarakat Negeri Aboru dan Negeri Kariuw.
“Saya turut prihatin dengan apa yang sedang masyarakat hadapi saat ini. Namun kita harus percaya, semua dapat diselesaikan dengan baik. Saya menghimbau kepada masyarakat yang ada di pengungsian ini untuk sabar dan tetap berdo’a,” harapnya.











