Lalu Pangkalan TNI AL Batam pindah ke Tanjunguban, Kabupaten Bintan. Sedangkan Gugus Tempur Laut Komando Armada I dari Jakarta pindah ke Ranai, Kabupaten Kepulauan Natuna. Sementara, Gugus Keamanan Laut Komando Armada I pindah dari Batam ke Sabang, Aceh.
Dengan demikian, mendekatkan pasukan dan unsur-unsur kekuatan pada titik-titik yang berpotensi menjadi wilayah konflik merupakan suatu langkah yang diambil TNI dan secara khusus adalah TNI AL, sehingga garis logistik bisa lebih dekat dan mempersingkat waktu untuk menggelar pasukan dan kekuatan.
Wakal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono menyebut dampaknya sangat efisien dari sisi penggunaan BBM maupun kecepatan bergerak dalam mengantisipasi gangguan keamanan di Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional yang berada di antara Malaysia dan Pulau Sumatera, Indonesia.













