“Untuk menjaga moralitas anak bangsa yang harus kita perangi antara lain tawuran antar kelompok maupun minuman keras. Tolong adik-adik, jangan sampai kecanduan Miras. Apalagi yang ini, pergaulan sex bebas. Kalau kalian rusak, tidak pernah kalian jadi orang. Saya ingin melihat kalian jadi pemimpin bangsa ini,” terangnya.
Guna terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, Pangdam berpesan, agar jangan pernah merasa diri paling benar, menghargai orang lain, serta mempunyai semangat bela negara.
Menutup ceramahnya, jenderal abituren Akmil 1991 menjelaskan tentang perbedaan dari mengabdi dan bekerja. “Mengabdi itu mengutamakan kewajiban daripada hak. Mengabdi itu lebih banyak menolong, daripada minta tolong. Kalau kita bekerja hanya mencari gaji, itu tidak ada hikmahnya. Kalau kamu mengabdi mendapatkan dua, bekerja sekaligus menolong orang banyak,” urainya.













