Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 dan wafat di Makassar pada 8 Januari 1855. Pahlawan nasional tersebut dikenal karena memimpin perlawanan besar terhadap pemerintah kolonial Belanda dalam Perang Jawa yang berlangsung pada 1825–1830.
Perjuangannya meninggalkan keteladanan tentang keberanian, keteguhan dan kesetiaan pada perjuangan yang diyakini. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting untuk terus dikenang oleh setiap prajurit yang menyandang nama Diponegoro sebagai identitas kesatuannya.
Nama Pangeran Diponegoro kemudian diabadikan menjadi nama Kodam IV/Diponegoro yang dibentuk pada 5 Oktober 1950, dengan wilayah tanggung jawab di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sejak itu, nama Diponegoro terus menyertai perjalanan Kodam dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.













