“Dengan menggunakan senjata tradisional, perlengkapan perang yang terbatas dan metode serbu dan lari (Hit And Run), Panglima Besar Jenderal Soedirman memimpin langsung perang atas Belanda yang saat itu sudah memiliki senjata yang modern,” ujarnya.
Melakukan taktik bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki dibarengi dengan semangat nasionalisme, cinta tanah air, rela berjuang, pantang menyerah dan manunggal dengan rakyat, terbukti para pejuang yang dipimpin Jenderal Soedirman dapat memukul mundur pasukan Belanda.
Selanjutnya berpedoman pada tema HUT Infanteri kali ini “Infanteri yang Modern Dan Selalu Di Hati Rakyat”, di usia ke-74, Pangdam memerintahkan kepada seluruh Prajurit Kodam IV/Diponegoro untuk lebih dekat dengan rakyat, menjadi pelopor dalam mengatasi setiap kesulitan yang dihadapi rakyat dan terus berdiri kokoh menjadi fondasi negara Indonesia, tutup Pangdam.













