Bagi masyarakat Kabupaten Karanganyar, kehadiran Bendungan Jlantah memberikan manfaat besar bagi berbagai sektor. Bendungan ini mampu mengairi Daerah Irigasi seluas 1.494 hektare, sehingga meningkatkan intensitas tanam dari 172 persen menjadi 272 persen. Selain itu, bendungan juga menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Jumapolo, Jumantono dan Jatipuro, sekaligus berfungsi mengurangi risiko banjir dengan kapasitas tampungan pengendali banjir mencapai 11,96 juta meter kubik.
Tidak hanya mendukung sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air, Bendungan Jlantah juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) serta kawasan wisata alam terpadu di kawasan kaki Gunung Lawu. Potensi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.













